Kamis, 10 Maret 2016

Tugas sejarah

Tugas Sejarah

D. Shelinda Putri
XII MIA 1
SMAN 3 PURWAKARTA

i
10 tempat dan makanana bersejarah indonesia

1.     Mengenal Sate Maranggi Lebih Dekat


Tidak bisa dipungkiri, bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya sekaligus jenis makanannya.

Inilah yang membuat kita punya banyak pilihan rasa. Rasa yang akan membuat kita selalu rindu kampung halaman, walaupun masih berada dalam satu negara, Indonesia.

Salah satu jenis makanan yang beragam adalah sate. Di negara kita banyak sekali jenis sate dari berbagai daerah, ada sate Madura, sate ambal, sate lilit, sate padang, sate klatak, dan sate maranggi. Wow, banyak juga ya, dan itu belum semua lho!

angkringaningteras.com
angkringaningteras.com
Nah, tapi kali ini kita hanya akan mengenal lebih dekat satu jenis sate saja. Sate apa yang akan kita ulas? Ya, kita akan mengulas secara lebih mendalam mengenai sate maranggi.

Kata pepatah kan tak kenal maka tak sayang. Jadi supaya kita sayang dengan produk Indonesia, kita kenalan yuk!

Asal Muasal Sate Maranggi

skyscrapercity.com
skyscrapercity.com
Sate maranggi merupakan sate yang terbuat dari daging kambing atau daging sapi. Dari bahan dasarnya sekilas tidak jauh berbeda dengan sate jenis lain yang biasa kita temukan. Lalu, sate maranggi ini berasal dari daerah mana?

Oiya, di mana ya kira-kira asal dari sate maranggi ini? Sate maranggi ternyata berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Tapi, selain di sini sate maranggi pun banyak dijual juga di daerah sekitarnya, hingga daerah Cianjur.

old.hifatlobrain.net
old.hifatlobrain.net
Jadi, bagi kamu yang ingin mencoba sate maranggi, kamu tidak perlu ke Purwakarta untuk mendapatkannya. Saat ini diberbagai daerah sudah banyak yang menjual sate ini. Tentunya dengan rasa yang tidak kalah enak dengan sate maranggi di daerah asalnya.

Bahan-bahan untuk Membuat Sate Maranggi

iberita.com
iberita.com
Bahan utama untuk membuat sate maranggi adalah daging kambing dan daging sapi. Selain itu kita pun membutuhkan gula aren, kecap, serta tusuk sate untuk memudahkan proses pembakarannya.

bumburempahrempah.wordpress.com
bumburempahrempah.wordpress.com
Untuk bumbunya kita perlu menyiapkan bawang putih, bawang merah, ketumbar, air asam, serta garam. Bumbu ini digunakan untuk membumbui dagingnya. Namun, jika kita hendak membuat saus tambahan, maka bumbunya kita sesuaikan lagi dengan keinginan.

Proses Pembuatan Sate Maranggi

wikipedia.org
wikipedia.org
Proses pembuatan sate maranggi memiliki kekhasan dibandingkan sate lainnya. Proses yang membedakan adalah proses perendaman daging di dalam bumbu atau disebut marination sebelum ditusuk menjadi sate dan dimatangkan.

Bumbu untuk proses merendamnya terdiri dari kecap dan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan. Dengan proses perendaman yang sudah menggunakan bumbu inilah yang menyebabkan sate maranggi bisa disajikan tanpa saus pendamping.

indonesianholic.com
indonesianholic.com
Setelah dilakukan perendaman, barulah dagingnya ditusukkan ke tusuk satenya. Lalu kemudian dibakar untuk proses pematangan dagingnya. Wah, yang terbayang rasanya pasti gurih bercampur manis ya.

Cara pembuatannya mudah kan? Untuk membuat sate ini sepertinya tidak perlu teknik khusus yang rumit dan bahan-bahan serta bumbu-bumbunya pun mudah didapat. Gimana, kamu tertarik kan untuk membuatnya?

Penyajian Sate Maranggi

tigerlim.com
tigerlim.com
Setelah sate sudah matang, maka langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah menyajikan sate marangginya.

Sate maranggi biasanya dihidangkan bersama nasi dan lontong. Tapi jika ingin modifikasi kita pun bisa memakannya dengan kentang, ubi, ataupun singkong.

Selain itu, saat penyajian biasanya sate maranggi dihidangkan bersama irisan tomat dan irisan bawang. Keberadaan tomat yang rasanya asam dan rasa bawang yang khas, makin memperkaya cita rasa saat kita memakannya.


2. Istana Maimun

Istana Maimun

Istana Maimun telah dinobatkan sebagai bangunan terindah di Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak di kawasan Jl. Brigjen Katamso, istana megah ini selesai dibangun sekitar tahun 1888 dan merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Sapuan warna kuning pada gedung ini merupakan warna khas Melayu.

Arsitekturnya yang unik adalah daya tarik utama dari Istana Maimun. Pengaruh Eropa terlihat jelas pada balairung atau ruang tamu, jendela, pintu dan sebuah prasasti di depan tangga yang bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Sedangkan, ciri Islam muncul pada atapnya yang bergaya Persia yang melengkung, style yang banyak dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tengah.

Bagian dalam Istana Maimun juga menarik untuk disusuri. Di balik dinding-dindingnya yang kokoh, terdapat puluhan kamar yang tersebar di dua lantai. Kemegahan pun terlihat pada singgasana, lampu kristal Eropa, kursi, meja maupun lemari. Foto-foto keluarga, senjata-senjata kuno, termasuk ruang penjara, juga ada di istana ini. Walaupun masih menyimpan benda-benda bernilai sejarah, Istana Maimun masih membolehkan wisatawan untuk berkunjung dan menikmati kemegahan sekaligus menyelami kejayaan Kesultanan Deli masa lalu.

3. Mesjid Raya Medan

Mesjid Raya Medan

Mesjid Raya Medan yang berdiri angkuh tak jauh dari Istana Maimun adalah bangunan yang juga menjadi jejak kejayaan Deli. Dibangun pada tahun 1906, semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid, mesjid ini masih berfungsi seperti semula, yaitu melayani umat muslim di Medan yang ingin beribadah.

Kubahnya yang pipih dan berhiaskan bulan sabit di bagian puncak, menandakan gaya Moor yang dianutnya. Seperti mesjid lainnya, sebuah menara yang menjulang tinggi terlihat menambah kemegahan dan religiusnya mesjid ini. Aplikasi lukisan cat minyak berupa bunga-bunga dan tumbuhan yang berkelok-kelok di dinding, plafon dan tiang-tiang kokoh di bagian dalam mesjid ini, semakin menunjukkan tingginya nilai seni mesjid ini.


4.  Mesjid Istiqlal

Mesjid Istiqlal

Jakarta yang serba modern dan dipenuhi gedung kaca, ternyata masih memiliki bangunan bersejarah dengan desain yang indah, yaitu Mesjid Istiqlal. Rumah ibadah umat muslim yang megah ini telah lama menjadi salah satu landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada masa-masa awal kemerdekaan, mesjid ini memang melambangkan kemerdekaan, sesuai dengan arti dari nama yang disandangnya.

Mesjid Istiqlal mempunyai sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya seperti bola dibelah dua. Layaknya mesjid lain di dunia, Mesjid Istiqlal ini juga dilengkapi sebuah menara yang tingginya menggambarkan jumlah ayat yang ada pada kitab suci Al Qur’an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!

5. Gedung Sate

Gedung Sate

Di Kota Bandung yang sejuk, Anda juga bisa menjumpai sebuah bangunan dengan arsitektur yang lain dari yang lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini banyak disebut, merupakan salah satu daya tarik yang ada di Kota Kembang. Nama Gedung Sate sendiri muncul karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk sate di puncak menara utamanya.

Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, selesai dibangun pada tahun 1924.

Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada bagian tengahnya terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda. Oleh sebab itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate memiliki rancangan yang “berani beda” dan tak populer di zamannya.

Kini, di depan bangunan ini terdapat sebuah monumen untuk mengenang gugurnya para pejuang Jawa Barat saat mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurka. Setiap hari Minggu atau hari libur nasional, gedung ini selalu dipenuhi wisatawan.
Usai menikmati kemegahan gedung ini dari luar, Anda bisa menuju menaranya untuk menyaksikan benda-benda bersejarah. Atau bisa juga sekadar bersantai di kafe yang ada di gedung ini sambil menikmati suasana dan udara Kota Bandung yang sejuk dan segar.

6. Lawang Sewu

Lawang Sewu

Membahas tentang arsitektur atau bangunan tua di Indonesia, tentu tak bisa lepas dari sebuah bangunan legendaris yang berdiri kokoh di Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simpang Lima, yaitu Lawang Sewu. Bangunan yang artinya adalah “seribu pintu” ini, sesungguhnya bukan nama sebenarnya yang diberikan untuk bangunan ini.

Nama tersebut menjadi legendaris karena banyaknya jumlah pintu yang terdapat pada gedung keno ini. Dahulu, Lawang Sewu yang bergaya art deco adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS) dan bangunan ini merupakan salah satu karya terbaik arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Oudang.

Pemerintah Kota Semarang sendiri telah menetapkan Lawang Sewu sebagai salah satu gedung yang dilindungi. Predikat ini layak disandang oleh Lawang sewu karena gedung ini juga merupakan saksi sejarah Indonesia saat pecahnya perang sengit selama 5 hari di Semarang, antara Angkatan Muda Kereta Api melawan kompetai dan Kido Buati, Jepang.

7. Mesjid Agung Palembang

Mesjid Agung Palembang

Palembang tak hanya terkenal dengan pempek atau kain songketnya. Kota di tepian Sungai Musi ini juga dihiasi bangunan dengan arsitektur mengagumkan seperti terlihat di Mesjid Agung Palembang.

Berlokasi tak jauh dari Plaza Benteng Kuto Besak, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Mesjid Agung Palembang mulai dibangun ketika Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, tepatnya tahun 1738. Pada zamannya, mesjid ini dipercaya sebagai salah satu rumah ibadah terbesar yang pernah ada.

Meski digarap oleh seorang arsitek Eropa, pengaruh Cina ikut muncul pada wajah mesjid ini. Hal itu ditandai oleh bentukan limas dan hiasan ornamen khas Cina pada sejumlah atapnya. Paduan dua budaya ini menjadi ciri khas Mesjid Agung Palembang dan membuat banyak pelancong terkagum-kagum. Sebuah akulturasi budaya yang bisa tetap berdampingan dan saling mengisi.

8. Taman Sari

Taman Sari

Taman bunga yang indah. Begitulah kira-kira arti dari nama Taman Sari. Areal pemandian ini merupakan kompleks bangunan yang sangat indah dan menjadi aset Keraton Yogyakarta. Dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, tempat ini memang didesain sebagai tempat pengasingan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Meskipun sempat luluh lantak terguncang gempa, saat ini Taman Sari sudah kembali terlihat cantik.

Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghadirkan ketenangan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Bangunan ini juga mencerminkan style yang multikultur (Portugis, Belanda, Cina, Jawa, Hindu, Buddha, Nasrani, dan Islam). Kolam mungil dengan air mancurnya yang jernih dan pohon-pohon berbunga, menambah keasrian tempat ini. Sekaligus menjadikannya sebagai lokasi peristirahatan yang sempurna.

9. Tongkonan

Tongkonan

Selain bangunan peninggalan kolonial, Indonesia juga memiliki sejumlah rumah adat dengan bentuk atau desain yang unik. Bangunan ini memang bukan karya seorang arsitek era modern yang menguasai segudang teori. Melainkan kreasi sekelompok manusia yang masih mencintai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Dan Tongkonan, rumah adat masyarakat Tana Torja di Sulawesi Selatan, adalah salah satunya.

Tongkonan memang memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah adat lainnya. Rumah ini berupa rumah panggung dari kayu. Atapnya yang terbuat dari susunan bambu yang dilapisi ijuk hitam serta bentuknya yang melengkung seperti perahu telungkup, membuat rumah ini mirip dengan Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minang atau Batak. Dinding rumah yang terbuat dari kayu, juga diukir dengan aneka ukiran khas Toraja.

Ciri lain yang paling menonjol pada Tongkonan adalah adalah kepala kerbau beserta tanduknya yang meliuk indah yang disusun pada sebuah bang utama di depan setiap rumah. Jumlah kepala kerbau yang ada di setiap rumah bisa berbeda. Semakin banyak “hiasan” ini di sana, maka semakin tinggi derajat keluarga yang tinggal di dalamnya. Karenanya. Tongkonan juga menjadi salah satu daya tarik wisata Tator dan banyak diminati para pecinta foto.

Nah, itulah artikel tentang daftar 8 Bangunan Bersejarah di Indonesia, semoga bermanfaat.

10.  Legenda Dibalik Sejarah Candi Prambanan Yang Terkenal
Legenda Dibalik Sejarah Candi Prambanan Yang Terkenal
CandiAuthor admin - October 29, 20140


Candi Prambanan merupakan sebuah candi yang terletak di Jama Tengah dan dibangun untuk Trimurti, Brahma, Wisnu, dan Siwa. Candi Prambanan baru dimulai pengerjaannya  pada abad ke-9. Berikut ini Kumpulan Sejarah akan menginformasikan secara lengkap mengenai sejarah candi prambanan yang dapat anda baca.

Penelusuran Masa Lalu Candi Prambanan
Candi yang kadang juga disebut candi Rara Jonggrang ini adalah candi yang dibuat oleh penganut agama Hindu untuk menghormati Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai penjaga, dan Siwa sebagai penghancur. Lokasi candi ini terletak 17 km dari Yogyakarta, kurang lebih berada di perbatasan daerah Jawa Tengah serta Yogyakarta. Nama Prambanan, seperti nama-nama candi lainnya merupakan nama modern yang diambil dari nama desa terdekat yaitu desa Prambanan. Ada kemungkinan bahwa nama ini merupakan bentuk lidah lokal menyebut “Para Brahman”. Ada juga yang menyimpulkan bahwa Prambanan berakar dari kata-kata (e)mban yang berarti membawa tugas, mencerminkan peran-peran yang dimainkan oleh para Dewa di dunia ini atau tugas yang harus dilakukan oleh masyarakat desa terkait dengan candi tersebut.

Legenda Dibalik Sejarah Candi Prambanan Yang Terkenal

Sejarah candi Prambanan baru mulai tertulis ketika Rakai Pakatan membangun candi pertama di area itu pada tahun 850 sebagai jawaban atas dibangunnya Candi Borobudur oleh dinasti Syailendra dan candi Sewu yang ada di dekatnya. Ahli sejarah berpendapat bahwa pembangunan candi Prambanan dimaksudkan sebagai tanda kebangkitan dinasti Hindu Sanjaya di Jawa Tengah setelah dominasi dinasti Buddha Syailendra selama hampir satu abad.

Perjuangan Rakai Pakatan membangun candi pertama kemudian terus dikembangkan dan dibangun oleh raja Lokapala dan Balitung Maha Sambu yang saat itu menjadi raja di Mataram. Menurut prasasti Shivagrha pada tahun 856, candi ini dibangun untuk menghormati Dewa Siwa dan nama aslinya adalah Shivagrha yang berarti “rumah Shiva”. Mengacu pada prasasti Shivagrha juga, diketahui bahwa ada sebuah proyek besar untuk mengubah aliran sungai di dekat candi tersebut, dimana sungai yang diidentifikasi sebagai sungai Opak kini mengalir dari utara menuju selatan tepat di sisi barat candi Prambanan. Awalnya, ujar para ahli sejarah, sungai ini mengalir lebih jauh ke timur dan dinilai terlalu dekat dengan candi utama.

Raja-raja Mataram selanjutnya seperti Daksa dan Tulodong selalu berusaha untuk melanjutkan pengembangan Candi Prambanan dengan cara terus melebarkan area candi seperti misalnya dengan menambahkan ratusan candi perwara di sekitar candi utama. Prambanan juga berfungsi sebagai candi kerajaan Mataram, dimana hampir seluruh upacara keagamaan dan pengorbanan diadakan di candi tersebut. Pada masa keemasan kerajaan Mataram, banyak yang berestimasi bahwa ratusan Brahma bersama murid mereka tinggal di dinding terluar area candi.

Pada tahun 930, Mpu Sendok memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur dan mendirikan dinasti Isyana. Ada dua pendapat berbeda tentang pemindahan ini, yang pertama adalah erupsi gunung Merapi di utara Prambanan dan satu lagi adalah perebutan kekuasaan. Yang pasti, perpindahan ini menyebabkan kemunduran candi Prambanan, yang membawa pada terbengkalainya candi itu.

Pada tahun ke-16 juga terjadi sebuah gempa bumi yang hampir meruntuhkan seluruh candi. Meskipun candi tersebut sudah berhenti menjadi pusat pemujaan, sisa-sisa candi yang tersebar di area sekitarnya masih dikenali oleh masyarakat. Penemuan sisa-sisa candi dan patung-patungnya mengubah Prambanan menjadi sebuah cerita rakyat tentang Roro Jonggrang dimana candi Prambanan dikatakan dibuat oleh Bandung Bondowoso dengan iblis sebagai anak buahnya.

Baru pada abad ke-19 lah candi ini menarik perhatian dunia internasional. Pada tahun 1811, Colin Mackenzie, seorang surveyor dibawah komandan Thomas Stamford Raffles tidak sengaja mendatangi candi tersebut. Meskipun Sir Thomas memerintahkan anak buahnya untuk mengadakan survey penuh akan reruntuhan candi itu, tetap saja candi-candi tadi terbengkalai selama berabad-abad.

Karena ekskavasi arkeolog yang setengah-setengah pada tahun 1880, banyak orang Belanda dan masyarakat sekitar yang mengambil beberapa material dari candi untuk oleh-oleh atau sebagai bahan konstruksi. Akhirnya, pada tahun 1918 pihak Belanda mulai melakukan rekonstruksi pada sisa-sisa reruntuhan dan restorasi total baru dimulai pada tahun 1930 hingga hari ini.

Legenda Roro Jonggrang
Penciptaan legenda Roro Jonggrang tidak bisa dipisahkan dengan salah satu titik dalam sejarah candi Prambanan dimana terjadi gempa yang amat besar dan meluluhlantakkan candi-candi tersebut. Legenda ini juga menjadi pengait antara candi-candi ini dengan Kraton Ratu Boko.

Legenda ini dimulai dengan Pangeran Bandung Bondowoso yang jatuh cinta pada Roro Jonggrang, putri dari Raja Boko. Bandung Bondowoso kemudian membunuh Raja Boko dan menguasai kerajaannya hanya agar ia bisa menikahi Roro Jonggrang yang kemudian menolak lamaran tersebut karena hal yang dilakukannya. Meski begitu, ia tetap bersikeras menikahi Roro Jonggrang yang memaksa putri menerima lamarannya. Roro Jonggrang, sebelum terjadi pernikahan, menetapkan satu persyaratan dimana Bandung Bondowoso harus membuatkannya 1000 candi dalam satu malam.

Bandung Bondowoso menerima tantangan tersebut dan memulai meditasinya pada malam itu. Ketika sedang bermeditasi, ia memanggil ratusan arwah, jin, dan iblis yang ada di Bumi. Dengan bantuan pasukan supranaturalnya, ia berhasil membangun 999 candi. Saat sedang memulai konstruksi candi ke-1000, Roro Jonggrang membangunkan seluruh pembantu kerajaan dan memerintahkan gadis-gadis desa untuk mulai menumbuk padi dan menyalakan api di bagian timur candi untuk mengelabui Bandung Bondowoso dan pasukan-pasukan supranaturalnya. Rencana Roro Jonggrang diperhalus dengan bangunnya ayam-ayam dimana mereka mulai berkokok karena tertipu oleh suara kegiatan di pagi hari dan cahaya “matahari”, menyebabkan pasukan-pasukan iblisnya melarikan diri. Setelah mengetahui trik licik Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso marah luar biasa dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu. Patung Roro Jonggrang inilah yang kemudian menjadi patung ke-1000. Legenda Roro Jonggrang ini terus hidup sebagai sejarah candi Prambanan bagi masyarakat yang menyukai cerita rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar