LAPORAN PRAKTIKUM
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBAGAN TUMBUHAN
Disusun oleh:
D. Shelinda Putri
Kelas XII IPA 1
Sman 3 Purwakarta
TAHUN AJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat sehingga saya dapat menyusun karya
tulis ini dengan lancar.
Dalam menyusun karya tulis ini
penulis sempat mengalami kesulitan. Namun semua itu dapat penulis rintangi
karena bantuan dan dukungan dari beberapa pihak. Maka dari itu tak lupa penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Encah Komaria selaku kepala madrasah.
2. Ibu Siti Marwati selaku guru pembimbing.
3. Orang tua saya yang telah memberi dukungan serta
4. Teman-teman sekalian yang telah banyak membantu.
saya sadar bahwa karya tulis ini
masih jauh dari sempurna dan masih banyak kesalahan, maka dengan kernedahan
hati penulis minta maaf. Untuk menyempurnakan karya tulis ini penulis juga
mohon kritik dan saran dari pembaca.
Purwakarta,
23 Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.............................................................................................. 1
KATA
PENGANTAR............................................................................................ 2
DAFTAR ISI........................................................................................................ 3
BAB I
PENDAHULUAN....................................................................................... 4
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II DASAR
TEORI......................................................................................... 5
A. Pengertian Pertumbuhan dan
Perkembangan
B. Proses Pertumbuhan dan Perkembangan
C. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
dan Perkembangan
BAB III HASIL
PENELITIAN................................................................................ 9
BAB IV
PEMBAHASAN..................................................................................... 10
BAB V PENUTUP..............................................................................................
11
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................
12
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
1.
Para siswa butuh pengalaman baru dengan langsung
melaksanakan praktikum sehingga tidak hanya belajar teori di kelas saja.
2.
Kurangnya pemahan siswa mengenai proses pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan?
2.
Apa saja faktor yang memperngaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan?
3.
Kapan tumbuhan mulai berkecambah?
4.
Apakah ada bedanya pertumbuhan tanaman yang di tempat
gelap dan di tempat terang?
5.
Mengapa demikian?
C. TUJUAN
1.
Untuk
memperoleh pengalaman melakukan praktikum di luar kelas.
2.
Agar dapat
mengamati secara langsung proses pertumbuhan dan perkembangann tumbuhan.
3.
Agar siswa
lebih paham mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan.
BAB II
DASAR TEORI
A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran atau
volume serta jumlah sel secara irreversible, yaitu tidak dapat kembali ke
bentuk semula. Pertumbuhan bersifat kuantitatif artinya dapat dinyatakan dengan
satuan bilangan. Sedangkan perkembangan merupakan proses pertumbuhan dan diferensiasi
individu sel menjadi jaringan, organ, sistem organ dan individu tanaman.
Perkembangan bersifat kualitatif artinya tidak dapat diukur dan dinyatakan
dengan satuan bilangan.
B. Prose Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Perkecambahan
Berdasarkan letak letak kotiledon pada saat
berkecambah dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu sebagai berikut:
a.
Perkecambahan
Epigeal, merupakan pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan
plumula terdorong ke permukaan tanah.
b.
Perkecambahan
Hipogeal, merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan
plumula keluar memebus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon
tetap berada di dalam tanah.
2. Pertumbuhan
Pertumbuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut;
a. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer merupakan proses aktivitas sel-sel
meristem yang menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Berdasarkan
aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar di belakang
meristem apikal dibedakan menjadi tiga daerah yaitu sebagai berikut:
1)
Daerah
pembelahan sel
2)
Daerah
pemanjangan sel
3)
Daerah
diferensiasi
b. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder merupakan proses bertambahnya
besar pada akar, batang dan daun. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas
kambium yang memberntuk xilem dan floem sekunder pada tumbuhan.
3. Perkembangan
Perkembangan yaitu proses diferensiasi, dari
pertumbuhan untuk menuju ke proses perkembangan diikuti oleh proses
perkembangan diikuti oleh proses diferensiasi untuk menuju proses spesialisasi.
Suatu tumbuhan dikatakan sudah dewasa, apabila alat perkembangannya secara
kawin telah berfungsi, misalnya mampu berbunga.
C. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
dan Perkembangan
1. Faktor Dalam (Internal)
a. Gen
Gen merupakan substansi hereditas dan penentu sifat
individu yang terdapat di dalam kromosom.
b. Hormon Tumbuhan (Fitohormon)
Fitohormon merupakan senyawa organik yang dihasilkan
oleh tumbuhan, yang dalam konsentrasi rendah dapat mengatur proses fisiologis.
Ada beberapa macam fitohormon antara lain sebagai
berikut:
1)
Auksin
Auksin merupakan hormon tumbuhan yang dihasilkan pada
ujung koleopil(titik tumbuh) tumbuhan.Pengaruh auksin pada tumbuhan yaitu:
a) Merangsang
pemanjangan sel batang dan menghambat pemanjangan sel
akar.
b) Menghambat
pertumbuhan tunas lateral.
c) Merangsang
pertumbuhan akar lateral dan akar serabut.
d) Merangsang
kambium,untuk membentuk xilem dan floem.
2)
Giberelin
Giberelin merupakan zat tumbuh yang dihasilkan oleh
jamur gibberella fujikuroi yang hidup
sebagai parasit.Peranannya yaitu:
a) Berperan
dalam pembungaan dan pematangan buah.
b) Menghilangkan
dormansi biji dan memperbesar ukuran buah.
c) Berpengaruh
terhadap terjadinya genetic dwarfism.
d) Berpengaruh
terhadap partenokarpi.
3)
Asam absisat
Yaitu hormon yang menghambat pertumbuhan
tanaman,dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel.
4)
Sitokinin
Sitokinin merupakan zat tumbuh yang bersama-sama
dengan auksin mendorong pembelahan sel.
5)
Asam
Traumalin
Merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel di
bagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan.
6)
Etilen
Merupakan hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah
tua
7)
Kalin
Kalin di bedakan atas rizokalin untuk merangsang pembentukan akar,kaulokalin untuk merangsang pembentukan batang,filokalin untuk merangsang pembentukan daun,antokalin untuk merangsang pembentukan bunga.
2. Faktor Luar (Eksternal)
a. Cayaha
Cahaya khususnya cahaya matahari merupakan sumber
energi yang sangat penting untuk melaksanakan proses fotosintesis. Respon
tumbuhan terhadap lama penyinaran dan intensitas cahaya disebut fotoperiodisme. Periodisme dikendalikan
oleh pigmen yang mengabsorpsi warna disebut fitokrom.
Berdasarkan lama dan intensitas penyinaran, tumbuhan
dikelompokkan menjadi empat sebagai berikut:
1)
Tumbuhan
hari netral, tumbuhan yang perbungaannya tidak dipengaruhi oleh perubahan
panjang,misal mawar,bunga matahari,dan tomat.
2)
Tumbuhan
hari pendek, tumbuhan yang akan bunganyan diakhir musim panas atau musim
dingin,misal,aster,dahlia,dll
3)
Tumbuhan
hari sedang, tumbuhan yang penyinarannya
mendapat cahaya sekitar 12 jam, misal, tebu dan kacang.
4)
Tumbuhan
hari panjang, tumbuhan yang akan bunganya pada musim semi atau pada awal musim
panas, misal, bayam,selada,kentang,dan kol.
b) Air dan Oksigen
1.
Air sangat
mutlak di butuhkan oleh tumbuhan.Tanpa air tumbuhan tidak dapat hidup.
. Beberapa fungsi air
dalam tubuh tumbuhan antara lain sebagai pelarut universal dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan,menentukan proses transportasi unsur hara
yabg ada didalam tanah.
c) Nutrisi(Nutrien)
1.
Nutrisi
diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan.Adapun nutrisi dibagi
menjadi dua yaitu unsur mikro yang meliputi karbon (C),oksigen
(O),fosfor(P),hidrogen(H),kalium(K),nitrogen(N),sulfur(S),besi(Fe),kalsium(Ca),dan
magnesium(Mg),sedangkan unsur mikro adalah
Mangan(Mn),tembaga(Cu),klor(Cl),boron(B),seng(Zn),dan melibdenum(Mo).
d) Suhu
1.Suhu yang terbaik atau ideal yang
diperlukan tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan berlangsung baik
disebut suhu optimum.
e) Kelembapan
1.
Kelembapan
udara mempengaruhi air yang berhubung dengan penyerapan nutrient. Penguapan air
akan meningkat apabila kelembapan rendah,akibatnya tumbuhan dapat menyerap
nutrien.Keadaan ini memacu pertumbuhan tanaman.
BAB III
HASIL PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
1.
Botol Air
atau Aqua Gelas
2.
Biji Seledri
3.
Air
4.
Gabus dan
Terefom
5.
Nutrisi A
dan Nutrisi B
6.
Penggaris
dan benang
B. Langkah Kerja
1.
Siapkan Sterofom
dan Gabus isilah air secukupnya.
2. Letakan biji
selsedri 3-4 buah diatasnya.
3.
Tunggu 1
hari sampai calon akarnya keluar kmudian pindahkan masing-masing gabus ke botol
atau aqua gelas
4.
Kemudian
pisahkan tanaman yang akan diletakan di tempat gelap dan terang.
5.
Amati dan ukur pertumbuhan biji selama dua
minggu
6.
Dari data yang diperoleh, analisis
data tersebut kemudian sajikan dalam bentuk tabel
7.
Buat
kesimpulan dari hasil data tersebut.
Tabel
1.Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman seledri.
A.
Data Hasil Pengamatan
1.
Tabel Pertumbuhan Batang Seleldri dalam Satuan cm
a.
Tempat Gelap
|
Hari Ke-
|
Pertumbuhan Batang Seledri (cm)
|
Rata-rata (cm)
|
|||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
||
|
1
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
|
2
|
0,25
|
0,25
|
0,25
|
0,25
|
0.25
|
|
3
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
|
4
|
2,00
|
2,00
|
2,00
|
1,50
|
1,88
|
|
5
|
3,00
|
3,00
|
2,25
|
2,00
|
2,57
|
|
6
|
5,00
|
5,00
|
5,00
|
3,50
|
4,72
|
|
7
|
9,5
|
9,5
|
9,00
|
7,00
|
8,75
|
b. Tempat
Terang
|
Hari Ke-
|
Pertumbuhan Batang Seledri (cm)
|
Rata-rata
|
|||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
||
|
1
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
|
2
|
0,25
|
0,25
|
-
|
-
|
0,25
|
|
3
|
1,00
|
0,50
|
-
|
-
|
0,75
|
|
4
|
1,25
|
-
|
-
|
-
|
1,25
|
|
5
|
4,00
|
-
|
-
|
-
|
4,00
|
|
6
|
5,00
|
-
|
-
|
-
|
5,00
|
|
7
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
BAB IV
PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian pengaruh
faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji Seledri, dapat
disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan cahaya.
Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu
pula dengan tumbuhan Seledri.
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap
pertumbuhan dan perkecambahan biji Seledri, biji Seledri yang diletakan
ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji Seledri yang terkena
cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya
lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh.
Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap)
pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya
tipis, berwarna pucat, dan batang
melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat
kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat
disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil
percobaan dan penelitian pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kedelai tersebut
dapat disimpulkan bahwa:
1.
Ketiga
tumbuhan tersebut ukurannya dan cepatnya tumbuh berbeda dikarenakan perbedaan
jumlah pupuk kompos pada setiap polybag, jadi nutrisi sangat mempengaruhi
cepatnya pertumbuhan dan perkembangan.
2.
Pada
hari-hari selanjutnya akhirnya ketiga tanaman tersebut layu dan mati
dikarenakan tidak disirami air, jadi air sangat mempengaruhi kelangsungan hidup
tumbuhan.
B. Saran
1.
Lebih baik
jika pengamatan terhadap pertumbuhan tumbuhan dilakukan setiap hari, bukan dua
hari sekali.
2.
Seharusnya
tumbuhan tersebut harus diberi air setiap hari agar tidak layu dan mati
sehingga dapat diketahui tinggi tanaman pada hari ke-14.