Selasa, 27 Oktober 2015

tugas sekolah



LAPORAN PRAKTIKUM
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBAGAN TUMBUHAN

Disusun oleh:
D. Shelinda Putri




Kelas XII IPA 1
Sman 3 Purwakarta
TAHUN AJARAN 2015/2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat sehingga saya dapat menyusun karya tulis ini dengan lancar.
Dalam menyusun karya tulis ini penulis sempat mengalami kesulitan. Namun semua itu dapat penulis rintangi karena bantuan dan dukungan dari beberapa pihak. Maka dari itu tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Ibu Encah Komaria selaku kepala madrasah.
2.      Ibu Siti Marwati selaku guru pembimbing.
3.      Orang tua saya yang telah memberi dukungan serta
4.      Teman-teman sekalian yang telah banyak membantu.
saya sadar bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kesalahan, maka dengan kernedahan hati penulis minta maaf. Untuk menyempurnakan karya tulis ini penulis juga mohon kritik dan saran dari pembaca.






Purwakarta, 23 Oktober 2016
Penulis


DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL..............................................................................................   1
KATA PENGANTAR............................................................................................               2
DAFTAR ISI........................................................................................................                  3
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................              4
A.    Latar Belakang Masalah        
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan
BAB II DASAR TEORI.........................................................................................               5
A.    Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
B.     Proses Pertumbuhan dan Perkembangan
C.     Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
BAB III HASIL PENELITIAN................................................................................                        9
BAB IV PEMBAHASAN.....................................................................................                10
BAB V PENUTUP..............................................................................................                  11
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................                 12



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
1.      Para siswa butuh pengalaman baru dengan langsung melaksanakan praktikum sehingga tidak hanya belajar teori di kelas saja.
2.      Kurangnya pemahan siswa mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.     Bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan?
2.     Apa saja faktor yang memperngaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan?
3.     Kapan tumbuhan mulai berkecambah?
4.     Apakah ada bedanya pertumbuhan tanaman yang di tempat gelap dan di tempat terang?
5.     Mengapa demikian?

C.     TUJUAN
1.      Untuk memperoleh pengalaman melakukan praktikum di luar kelas.
2.      Agar dapat mengamati secara langsung proses pertumbuhan dan perkembangann tumbuhan.
3.      Agar siswa lebih paham mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan.



BAB II
DASAR TEORI

A.    Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan bersifat kuantitatif artinya dapat dinyatakan dengan satuan bilangan. Sedangkan perkembangan merupakan proses pertumbuhan dan diferensiasi individu sel menjadi jaringan, organ, sistem organ dan individu tanaman. Perkembangan bersifat kualitatif artinya tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan satuan bilangan.

B.    Prose Pertumbuhan dan Perkembangan
1.      Perkecambahan
Berdasarkan letak letak kotiledon pada saat berkecambah dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu sebagai berikut:
a.      Perkecambahan Epigeal, merupakan pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan plumula terdorong ke permukaan tanah.
b.      Perkecambahan Hipogeal, merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar memebus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah.
2.      Pertumbuhan
Pertumbuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai  berikut;
a.      Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer merupakan proses aktivitas sel-sel meristem yang menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Berdasarkan aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar di belakang meristem apikal dibedakan menjadi tiga daerah yaitu sebagai berikut:
1)      Daerah pembelahan sel
2)      Daerah pemanjangan sel
3)      Daerah diferensiasi
b.      Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder merupakan proses bertambahnya besar pada akar, batang dan daun. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas kambium yang memberntuk xilem dan floem sekunder pada tumbuhan.
3.      Perkembangan
Perkembangan yaitu proses diferensiasi, dari pertumbuhan untuk menuju ke proses perkembangan diikuti oleh proses perkembangan diikuti oleh proses diferensiasi untuk menuju proses spesialisasi. Suatu tumbuhan dikatakan sudah dewasa, apabila alat perkembangannya secara kawin telah berfungsi, misalnya mampu berbunga.

C.      Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
1.     Faktor Dalam (Internal)
a.     Gen
Gen merupakan substansi hereditas dan penentu sifat individu yang terdapat di dalam kromosom.
b.     Hormon Tumbuhan (Fitohormon)
Fitohormon merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan, yang dalam konsentrasi rendah dapat mengatur proses fisiologis.
Ada beberapa macam fitohormon antara lain sebagai berikut:
1)      Auksin
Auksin merupakan hormon tumbuhan yang dihasilkan pada ujung koleopil(titik tumbuh) tumbuhan.Pengaruh auksin pada tumbuhan yaitu:
a)      Merangsang pemanjangan sel batang dan menghambat pemanjangan sel     
      akar.
b)     Menghambat pertumbuhan tunas lateral.
c)      Merangsang pertumbuhan akar lateral dan akar serabut.
d)     Merangsang kambium,untuk membentuk xilem dan floem.

2)      Giberelin
Giberelin merupakan zat tumbuh yang dihasilkan oleh jamur gibberella fujikuroi yang hidup sebagai parasit.Peranannya yaitu:
a)      Berperan dalam pembungaan dan pematangan buah.
b)     Menghilangkan dormansi biji dan memperbesar ukuran buah.
c)      Berpengaruh terhadap terjadinya genetic dwarfism.
d)     Berpengaruh terhadap partenokarpi.
3)      Asam absisat
Yaitu hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman,dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel.
4)      Sitokinin
Sitokinin merupakan zat tumbuh yang bersama-sama dengan auksin mendorong pembelahan sel.
5)      Asam Traumalin
Merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel di bagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan.                      
6)      Etilen
Merupakan hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua
7)      Kalin
Kalin di bedakan atas rizokalin untuk merangsang pembentukan akar,kaulokalin untuk merangsang pembentukan batang,filokalin untuk merangsang pembentukan daun,antokalin untuk merangsang pembentukan bunga.

2.     Faktor Luar (Eksternal)
a.      Cayaha
Cahaya khususnya cahaya matahari merupakan sumber energi yang sangat penting untuk melaksanakan proses fotosintesis. Respon tumbuhan terhadap lama penyinaran dan intensitas cahaya disebut fotoperiodisme. Periodisme dikendalikan oleh pigmen yang mengabsorpsi warna disebut fitokrom.
Berdasarkan lama dan intensitas penyinaran, tumbuhan dikelompokkan menjadi empat sebagai berikut:
1)      Tumbuhan hari netral, tumbuhan yang perbungaannya tidak dipengaruhi oleh perubahan panjang,misal mawar,bunga matahari,dan tomat.
2)      Tumbuhan hari pendek, tumbuhan yang akan bunganyan diakhir musim panas atau musim dingin,misal,aster,dahlia,dll
3)      Tumbuhan hari sedang,  tumbuhan yang penyinarannya mendapat cahaya sekitar 12 jam, misal, tebu dan kacang.
4)      Tumbuhan hari panjang, tumbuhan yang akan bunganya pada musim semi atau pada awal musim panas, misal, bayam,selada,kentang,dan kol.

      b)  Air dan Oksigen
1.      Air sangat mutlak di butuhkan oleh tumbuhan.Tanpa air tumbuhan tidak dapat hidup.                                                                                                                             .         Beberapa fungsi air dalam tubuh tumbuhan antara lain sebagai pelarut universal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan,menentukan proses transportasi unsur hara yabg ada didalam tanah.
       c) Nutrisi(Nutrien)
1.      Nutrisi diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan.Adapun nutrisi dibagi menjadi dua yaitu unsur mikro yang meliputi karbon (C),oksigen (O),fosfor(P),hidrogen(H),kalium(K),nitrogen(N),sulfur(S),besi(Fe),kalsium(Ca),dan magnesium(Mg),sedangkan unsur mikro adalah Mangan(Mn),tembaga(Cu),klor(Cl),boron(B),seng(Zn),dan melibdenum(Mo).
        d) Suhu
1.Suhu yang terbaik atau ideal yang diperlukan tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan berlangsung baik disebut suhu optimum.
e)  Kelembapan
1.      Kelembapan udara mempengaruhi air yang berhubung dengan penyerapan nutrient. Penguapan air akan meningkat apabila kelembapan rendah,akibatnya tumbuhan dapat menyerap nutrien.Keadaan ini memacu pertumbuhan tanaman.
 BAB III
HASIL PENELITIAN
A.    Alat dan Bahan
1.      Botol Air atau Aqua Gelas
2.      Biji Seledri
3.      Air
4.      Gabus dan Terefom
5.      Nutrisi A dan Nutrisi B
6.      Penggaris dan benang

B.    Langkah Kerja
1.      Siapkan Sterofom dan Gabus isilah air secukupnya.
2.     Letakan biji selsedri 3-4 buah diatasnya.
3.      Tunggu 1 hari sampai calon akarnya keluar kmudian pindahkan masing-masing gabus ke botol atau aqua gelas
4.      Kemudian pisahkan tanaman yang akan diletakan di tempat gelap dan terang.
5.       Amati dan ukur pertumbuhan biji selama dua minggu
6.       Dari data yang diperoleh, analisis data tersebut kemudian sajikan dalam bentuk tabel
7.      Buat kesimpulan dari hasil data tersebut.
Tabel 1.Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman seledri.

































A.    Data Hasil Pengamatan
1.      Tabel Pertumbuhan Batang Seleldri dalam Satuan cm
a.       Tempat Gelap
Hari Ke-
Pertumbuhan Batang Seledri (cm)
Rata-rata (cm)
I
II
III
IV
1
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
2
0,25
0,25
0,25
0,25
0.25
3
1,00
1,00
1,00
1,00
1,00
4
2,00
2,00
2,00
1,50
1,88
5
3,00
3,00
2,25
2,00
2,57
6
5,00
5,00
5,00
3,50
4,72
7
9,5
9,5
9,00
7,00
8,75
b.      Tempat Terang
Hari Ke-
Pertumbuhan Batang Seledri (cm)
Rata-rata
I
II
III
IV
1
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
2
0,25
0,25
-
-
0,25
3
1,00
0,50
-
-
0,75
4
1,25
-
-
-
1,25
5
4,00
-
-
-
4,00
6
5,00
-
-
-
5,00
7
-
-
-
-
-

BAB IV
PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji Seledri, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan Seledri.
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji Seledri, biji Seledri yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji Seledri yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, dan batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.




BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari hasil percobaan dan penelitian pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kedelai tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1.      Ketiga tumbuhan tersebut ukurannya dan cepatnya tumbuh berbeda dikarenakan perbedaan jumlah pupuk kompos pada setiap polybag, jadi nutrisi sangat mempengaruhi cepatnya pertumbuhan dan perkembangan.
2.      Pada hari-hari selanjutnya akhirnya ketiga tanaman tersebut layu dan mati dikarenakan tidak disirami air, jadi air sangat mempengaruhi kelangsungan hidup tumbuhan.
B.    Saran
1.      Lebih baik jika pengamatan terhadap pertumbuhan tumbuhan dilakukan setiap hari, bukan dua hari sekali.
2.      Seharusnya tumbuhan tersebut harus diberi air setiap hari agar tidak layu dan mati sehingga dapat diketahui tinggi tanaman pada hari ke-14.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar