Tugas Sejarah
D. Shelinda Putri
XII MIA 1
SMAN 3 PURWAKARTA
i
10 tempat dan makanana bersejarah indonesia
1. Mengenal Sate Maranggi Lebih Dekat
Tidak bisa dipungkiri, bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya sekaligus jenis makanannya.
Inilah yang membuat kita punya banyak pilihan rasa. Rasa yang akan membuat kita selalu rindu kampung halaman, walaupun masih berada dalam satu negara, Indonesia.
Salah satu jenis makanan yang beragam adalah sate. Di negara kita banyak sekali jenis sate dari berbagai daerah, ada sate Madura, sate ambal, sate lilit, sate padang, sate klatak, dan sate maranggi. Wow, banyak juga ya, dan itu belum semua lho!
angkringaningteras.com
angkringaningteras.com
Nah, tapi kali ini kita hanya akan mengenal lebih dekat satu jenis sate saja. Sate apa yang akan kita ulas? Ya, kita akan mengulas secara lebih mendalam mengenai sate maranggi.
Kata pepatah kan tak kenal maka tak sayang. Jadi supaya kita sayang dengan produk Indonesia, kita kenalan yuk!
Asal Muasal Sate Maranggi
skyscrapercity.com
skyscrapercity.com
Sate maranggi merupakan sate yang terbuat dari daging kambing atau daging sapi. Dari bahan dasarnya sekilas tidak jauh berbeda dengan sate jenis lain yang biasa kita temukan. Lalu, sate maranggi ini berasal dari daerah mana?
Oiya, di mana ya kira-kira asal dari sate maranggi ini? Sate maranggi ternyata berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Tapi, selain di sini sate maranggi pun banyak dijual juga di daerah sekitarnya, hingga daerah Cianjur.
old.hifatlobrain.net
old.hifatlobrain.net
Jadi, bagi kamu yang ingin mencoba sate maranggi, kamu tidak perlu ke Purwakarta untuk mendapatkannya. Saat ini diberbagai daerah sudah banyak yang menjual sate ini. Tentunya dengan rasa yang tidak kalah enak dengan sate maranggi di daerah asalnya.
Bahan-bahan untuk Membuat Sate Maranggi
iberita.com
iberita.com
Bahan utama untuk membuat sate maranggi adalah daging kambing dan daging sapi. Selain itu kita pun membutuhkan gula aren, kecap, serta tusuk sate untuk memudahkan proses pembakarannya.
bumburempahrempah.wordpress.com
bumburempahrempah.wordpress.com
Untuk bumbunya kita perlu menyiapkan bawang putih, bawang merah, ketumbar, air asam, serta garam. Bumbu ini digunakan untuk membumbui dagingnya. Namun, jika kita hendak membuat saus tambahan, maka bumbunya kita sesuaikan lagi dengan keinginan.
Proses Pembuatan Sate Maranggi
wikipedia.org
wikipedia.org
Proses pembuatan sate maranggi memiliki kekhasan dibandingkan sate lainnya. Proses yang membedakan adalah proses perendaman daging di dalam bumbu atau disebut marination sebelum ditusuk menjadi sate dan dimatangkan.
Bumbu untuk proses merendamnya terdiri dari kecap dan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan. Dengan proses perendaman yang sudah menggunakan bumbu inilah yang menyebabkan sate maranggi bisa disajikan tanpa saus pendamping.
indonesianholic.com
indonesianholic.com
Setelah dilakukan perendaman, barulah dagingnya ditusukkan ke tusuk satenya. Lalu kemudian dibakar untuk proses pematangan dagingnya. Wah, yang terbayang rasanya pasti gurih bercampur manis ya.
Cara pembuatannya mudah kan? Untuk membuat sate ini sepertinya tidak perlu teknik khusus yang rumit dan bahan-bahan serta bumbu-bumbunya pun mudah didapat. Gimana, kamu tertarik kan untuk membuatnya?
Penyajian Sate Maranggi
tigerlim.com
tigerlim.com
Setelah sate sudah matang, maka langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah menyajikan sate marangginya.
Sate maranggi biasanya dihidangkan bersama nasi dan lontong. Tapi jika ingin modifikasi kita pun bisa memakannya dengan kentang, ubi, ataupun singkong.
Selain itu, saat penyajian biasanya sate maranggi dihidangkan bersama irisan tomat dan irisan bawang. Keberadaan tomat yang rasanya asam dan rasa bawang yang khas, makin memperkaya cita rasa saat kita memakannya.
2. Istana Maimun
Istana Maimun
Istana Maimun telah dinobatkan sebagai bangunan terindah di Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak di kawasan Jl. Brigjen Katamso, istana megah ini selesai dibangun sekitar tahun 1888 dan merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Sapuan warna kuning pada gedung ini merupakan warna khas Melayu.
Arsitekturnya yang unik adalah daya tarik utama dari Istana Maimun. Pengaruh Eropa terlihat jelas pada balairung atau ruang tamu, jendela, pintu dan sebuah prasasti di depan tangga yang bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Sedangkan, ciri Islam muncul pada atapnya yang bergaya Persia yang melengkung, style yang banyak dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tengah.
Bagian dalam Istana Maimun juga menarik untuk disusuri. Di balik dinding-dindingnya yang kokoh, terdapat puluhan kamar yang tersebar di dua lantai. Kemegahan pun terlihat pada singgasana, lampu kristal Eropa, kursi, meja maupun lemari. Foto-foto keluarga, senjata-senjata kuno, termasuk ruang penjara, juga ada di istana ini. Walaupun masih menyimpan benda-benda bernilai sejarah, Istana Maimun masih membolehkan wisatawan untuk berkunjung dan menikmati kemegahan sekaligus menyelami kejayaan Kesultanan Deli masa lalu.
3. Mesjid Raya Medan
Mesjid Raya Medan
Mesjid Raya Medan yang berdiri angkuh tak jauh dari Istana Maimun adalah bangunan yang juga menjadi jejak kejayaan Deli. Dibangun pada tahun 1906, semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid, mesjid ini masih berfungsi seperti semula, yaitu melayani umat muslim di Medan yang ingin beribadah.
Kubahnya yang pipih dan berhiaskan bulan sabit di bagian puncak, menandakan gaya Moor yang dianutnya. Seperti mesjid lainnya, sebuah menara yang menjulang tinggi terlihat menambah kemegahan dan religiusnya mesjid ini. Aplikasi lukisan cat minyak berupa bunga-bunga dan tumbuhan yang berkelok-kelok di dinding, plafon dan tiang-tiang kokoh di bagian dalam mesjid ini, semakin menunjukkan tingginya nilai seni mesjid ini.
4. Mesjid Istiqlal
Mesjid Istiqlal
Jakarta yang serba modern dan dipenuhi gedung kaca, ternyata masih memiliki bangunan bersejarah dengan desain yang indah, yaitu Mesjid Istiqlal. Rumah ibadah umat muslim yang megah ini telah lama menjadi salah satu landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada masa-masa awal kemerdekaan, mesjid ini memang melambangkan kemerdekaan, sesuai dengan arti dari nama yang disandangnya.
Mesjid Istiqlal mempunyai sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya seperti bola dibelah dua. Layaknya mesjid lain di dunia, Mesjid Istiqlal ini juga dilengkapi sebuah menara yang tingginya menggambarkan jumlah ayat yang ada pada kitab suci Al Qur’an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!
5. Gedung Sate
Gedung Sate
Di Kota Bandung yang sejuk, Anda juga bisa menjumpai sebuah bangunan dengan arsitektur yang lain dari yang lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini banyak disebut, merupakan salah satu daya tarik yang ada di Kota Kembang. Nama Gedung Sate sendiri muncul karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk sate di puncak menara utamanya.
Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, selesai dibangun pada tahun 1924.
Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada bagian tengahnya terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda. Oleh sebab itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate memiliki rancangan yang “berani beda” dan tak populer di zamannya.
Kini, di depan bangunan ini terdapat sebuah monumen untuk mengenang gugurnya para pejuang Jawa Barat saat mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurka. Setiap hari Minggu atau hari libur nasional, gedung ini selalu dipenuhi wisatawan.
Usai menikmati kemegahan gedung ini dari luar, Anda bisa menuju menaranya untuk menyaksikan benda-benda bersejarah. Atau bisa juga sekadar bersantai di kafe yang ada di gedung ini sambil menikmati suasana dan udara Kota Bandung yang sejuk dan segar.
6. Lawang Sewu
Lawang Sewu
Membahas tentang arsitektur atau bangunan tua di Indonesia, tentu tak bisa lepas dari sebuah bangunan legendaris yang berdiri kokoh di Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simpang Lima, yaitu Lawang Sewu. Bangunan yang artinya adalah “seribu pintu” ini, sesungguhnya bukan nama sebenarnya yang diberikan untuk bangunan ini.
Nama tersebut menjadi legendaris karena banyaknya jumlah pintu yang terdapat pada gedung keno ini. Dahulu, Lawang Sewu yang bergaya art deco adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS) dan bangunan ini merupakan salah satu karya terbaik arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Oudang.
Pemerintah Kota Semarang sendiri telah menetapkan Lawang Sewu sebagai salah satu gedung yang dilindungi. Predikat ini layak disandang oleh Lawang sewu karena gedung ini juga merupakan saksi sejarah Indonesia saat pecahnya perang sengit selama 5 hari di Semarang, antara Angkatan Muda Kereta Api melawan kompetai dan Kido Buati, Jepang.
7. Mesjid Agung Palembang
Mesjid Agung Palembang
Palembang tak hanya terkenal dengan pempek atau kain songketnya. Kota di tepian Sungai Musi ini juga dihiasi bangunan dengan arsitektur mengagumkan seperti terlihat di Mesjid Agung Palembang.
Berlokasi tak jauh dari Plaza Benteng Kuto Besak, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Mesjid Agung Palembang mulai dibangun ketika Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, tepatnya tahun 1738. Pada zamannya, mesjid ini dipercaya sebagai salah satu rumah ibadah terbesar yang pernah ada.
Meski digarap oleh seorang arsitek Eropa, pengaruh Cina ikut muncul pada wajah mesjid ini. Hal itu ditandai oleh bentukan limas dan hiasan ornamen khas Cina pada sejumlah atapnya. Paduan dua budaya ini menjadi ciri khas Mesjid Agung Palembang dan membuat banyak pelancong terkagum-kagum. Sebuah akulturasi budaya yang bisa tetap berdampingan dan saling mengisi.
8. Taman Sari
Taman Sari
Taman bunga yang indah. Begitulah kira-kira arti dari nama Taman Sari. Areal pemandian ini merupakan kompleks bangunan yang sangat indah dan menjadi aset Keraton Yogyakarta. Dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, tempat ini memang didesain sebagai tempat pengasingan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Meskipun sempat luluh lantak terguncang gempa, saat ini Taman Sari sudah kembali terlihat cantik.
Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghadirkan ketenangan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Bangunan ini juga mencerminkan style yang multikultur (Portugis, Belanda, Cina, Jawa, Hindu, Buddha, Nasrani, dan Islam). Kolam mungil dengan air mancurnya yang jernih dan pohon-pohon berbunga, menambah keasrian tempat ini. Sekaligus menjadikannya sebagai lokasi peristirahatan yang sempurna.
9. Tongkonan
Tongkonan
Selain bangunan peninggalan kolonial, Indonesia juga memiliki sejumlah rumah adat dengan bentuk atau desain yang unik. Bangunan ini memang bukan karya seorang arsitek era modern yang menguasai segudang teori. Melainkan kreasi sekelompok manusia yang masih mencintai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Dan Tongkonan, rumah adat masyarakat Tana Torja di Sulawesi Selatan, adalah salah satunya.
Tongkonan memang memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah adat lainnya. Rumah ini berupa rumah panggung dari kayu. Atapnya yang terbuat dari susunan bambu yang dilapisi ijuk hitam serta bentuknya yang melengkung seperti perahu telungkup, membuat rumah ini mirip dengan Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minang atau Batak. Dinding rumah yang terbuat dari kayu, juga diukir dengan aneka ukiran khas Toraja.
Ciri lain yang paling menonjol pada Tongkonan adalah adalah kepala kerbau beserta tanduknya yang meliuk indah yang disusun pada sebuah bang utama di depan setiap rumah. Jumlah kepala kerbau yang ada di setiap rumah bisa berbeda. Semakin banyak “hiasan” ini di sana, maka semakin tinggi derajat keluarga yang tinggal di dalamnya. Karenanya. Tongkonan juga menjadi salah satu daya tarik wisata Tator dan banyak diminati para pecinta foto.
Nah, itulah artikel tentang daftar 8 Bangunan Bersejarah di Indonesia, semoga bermanfaat.
10. Legenda Dibalik Sejarah Candi Prambanan Yang Terkenal
Legenda Dibalik Sejarah Candi Prambanan Yang Terkenal
CandiAuthor admin - October 29, 20140
Candi Prambanan merupakan sebuah candi yang terletak di Jama Tengah dan dibangun untuk Trimurti, Brahma, Wisnu, dan Siwa. Candi Prambanan baru dimulai pengerjaannya pada abad ke-9. Berikut ini Kumpulan Sejarah akan menginformasikan secara lengkap mengenai sejarah candi prambanan yang dapat anda baca.
Penelusuran Masa Lalu Candi Prambanan
Candi yang kadang juga disebut candi Rara Jonggrang ini adalah candi yang dibuat oleh penganut agama Hindu untuk menghormati Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai penjaga, dan Siwa sebagai penghancur. Lokasi candi ini terletak 17 km dari Yogyakarta, kurang lebih berada di perbatasan daerah Jawa Tengah serta Yogyakarta. Nama Prambanan, seperti nama-nama candi lainnya merupakan nama modern yang diambil dari nama desa terdekat yaitu desa Prambanan. Ada kemungkinan bahwa nama ini merupakan bentuk lidah lokal menyebut “Para Brahman”. Ada juga yang menyimpulkan bahwa Prambanan berakar dari kata-kata (e)mban yang berarti membawa tugas, mencerminkan peran-peran yang dimainkan oleh para Dewa di dunia ini atau tugas yang harus dilakukan oleh masyarakat desa terkait dengan candi tersebut.
Legenda Dibalik Sejarah Candi Prambanan Yang Terkenal
Sejarah candi Prambanan baru mulai tertulis ketika Rakai Pakatan membangun candi pertama di area itu pada tahun 850 sebagai jawaban atas dibangunnya Candi Borobudur oleh dinasti Syailendra dan candi Sewu yang ada di dekatnya. Ahli sejarah berpendapat bahwa pembangunan candi Prambanan dimaksudkan sebagai tanda kebangkitan dinasti Hindu Sanjaya di Jawa Tengah setelah dominasi dinasti Buddha Syailendra selama hampir satu abad.
Perjuangan Rakai Pakatan membangun candi pertama kemudian terus dikembangkan dan dibangun oleh raja Lokapala dan Balitung Maha Sambu yang saat itu menjadi raja di Mataram. Menurut prasasti Shivagrha pada tahun 856, candi ini dibangun untuk menghormati Dewa Siwa dan nama aslinya adalah Shivagrha yang berarti “rumah Shiva”. Mengacu pada prasasti Shivagrha juga, diketahui bahwa ada sebuah proyek besar untuk mengubah aliran sungai di dekat candi tersebut, dimana sungai yang diidentifikasi sebagai sungai Opak kini mengalir dari utara menuju selatan tepat di sisi barat candi Prambanan. Awalnya, ujar para ahli sejarah, sungai ini mengalir lebih jauh ke timur dan dinilai terlalu dekat dengan candi utama.
Raja-raja Mataram selanjutnya seperti Daksa dan Tulodong selalu berusaha untuk melanjutkan pengembangan Candi Prambanan dengan cara terus melebarkan area candi seperti misalnya dengan menambahkan ratusan candi perwara di sekitar candi utama. Prambanan juga berfungsi sebagai candi kerajaan Mataram, dimana hampir seluruh upacara keagamaan dan pengorbanan diadakan di candi tersebut. Pada masa keemasan kerajaan Mataram, banyak yang berestimasi bahwa ratusan Brahma bersama murid mereka tinggal di dinding terluar area candi.
Pada tahun 930, Mpu Sendok memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur dan mendirikan dinasti Isyana. Ada dua pendapat berbeda tentang pemindahan ini, yang pertama adalah erupsi gunung Merapi di utara Prambanan dan satu lagi adalah perebutan kekuasaan. Yang pasti, perpindahan ini menyebabkan kemunduran candi Prambanan, yang membawa pada terbengkalainya candi itu.
Pada tahun ke-16 juga terjadi sebuah gempa bumi yang hampir meruntuhkan seluruh candi. Meskipun candi tersebut sudah berhenti menjadi pusat pemujaan, sisa-sisa candi yang tersebar di area sekitarnya masih dikenali oleh masyarakat. Penemuan sisa-sisa candi dan patung-patungnya mengubah Prambanan menjadi sebuah cerita rakyat tentang Roro Jonggrang dimana candi Prambanan dikatakan dibuat oleh Bandung Bondowoso dengan iblis sebagai anak buahnya.
Baru pada abad ke-19 lah candi ini menarik perhatian dunia internasional. Pada tahun 1811, Colin Mackenzie, seorang surveyor dibawah komandan Thomas Stamford Raffles tidak sengaja mendatangi candi tersebut. Meskipun Sir Thomas memerintahkan anak buahnya untuk mengadakan survey penuh akan reruntuhan candi itu, tetap saja candi-candi tadi terbengkalai selama berabad-abad.
Karena ekskavasi arkeolog yang setengah-setengah pada tahun 1880, banyak orang Belanda dan masyarakat sekitar yang mengambil beberapa material dari candi untuk oleh-oleh atau sebagai bahan konstruksi. Akhirnya, pada tahun 1918 pihak Belanda mulai melakukan rekonstruksi pada sisa-sisa reruntuhan dan restorasi total baru dimulai pada tahun 1930 hingga hari ini.
Legenda Roro Jonggrang
Penciptaan legenda Roro Jonggrang tidak bisa dipisahkan dengan salah satu titik dalam sejarah candi Prambanan dimana terjadi gempa yang amat besar dan meluluhlantakkan candi-candi tersebut. Legenda ini juga menjadi pengait antara candi-candi ini dengan Kraton Ratu Boko.
Legenda ini dimulai dengan Pangeran Bandung Bondowoso yang jatuh cinta pada Roro Jonggrang, putri dari Raja Boko. Bandung Bondowoso kemudian membunuh Raja Boko dan menguasai kerajaannya hanya agar ia bisa menikahi Roro Jonggrang yang kemudian menolak lamaran tersebut karena hal yang dilakukannya. Meski begitu, ia tetap bersikeras menikahi Roro Jonggrang yang memaksa putri menerima lamarannya. Roro Jonggrang, sebelum terjadi pernikahan, menetapkan satu persyaratan dimana Bandung Bondowoso harus membuatkannya 1000 candi dalam satu malam.
Bandung Bondowoso menerima tantangan tersebut dan memulai meditasinya pada malam itu. Ketika sedang bermeditasi, ia memanggil ratusan arwah, jin, dan iblis yang ada di Bumi. Dengan bantuan pasukan supranaturalnya, ia berhasil membangun 999 candi. Saat sedang memulai konstruksi candi ke-1000, Roro Jonggrang membangunkan seluruh pembantu kerajaan dan memerintahkan gadis-gadis desa untuk mulai menumbuk padi dan menyalakan api di bagian timur candi untuk mengelabui Bandung Bondowoso dan pasukan-pasukan supranaturalnya. Rencana Roro Jonggrang diperhalus dengan bangunnya ayam-ayam dimana mereka mulai berkokok karena tertipu oleh suara kegiatan di pagi hari dan cahaya “matahari”, menyebabkan pasukan-pasukan iblisnya melarikan diri. Setelah mengetahui trik licik Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso marah luar biasa dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu. Patung Roro Jonggrang inilah yang kemudian menjadi patung ke-1000. Legenda Roro Jonggrang ini terus hidup sebagai sejarah candi Prambanan bagi masyarakat yang menyukai cerita rakyat.
shelinda sialagan
Kamis, 10 Maret 2016
Selasa, 27 Oktober 2015
tugas sekolah
LAPORAN PRAKTIKUM
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBAGAN TUMBUHAN
Disusun oleh:
D. Shelinda Putri
Kelas XII IPA 1
Sman 3 Purwakarta
TAHUN AJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat sehingga saya dapat menyusun karya
tulis ini dengan lancar.
Dalam menyusun karya tulis ini
penulis sempat mengalami kesulitan. Namun semua itu dapat penulis rintangi
karena bantuan dan dukungan dari beberapa pihak. Maka dari itu tak lupa penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Encah Komaria selaku kepala madrasah.
2. Ibu Siti Marwati selaku guru pembimbing.
3. Orang tua saya yang telah memberi dukungan serta
4. Teman-teman sekalian yang telah banyak membantu.
saya sadar bahwa karya tulis ini
masih jauh dari sempurna dan masih banyak kesalahan, maka dengan kernedahan
hati penulis minta maaf. Untuk menyempurnakan karya tulis ini penulis juga
mohon kritik dan saran dari pembaca.
Purwakarta,
23 Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.............................................................................................. 1
KATA
PENGANTAR............................................................................................ 2
DAFTAR ISI........................................................................................................ 3
BAB I
PENDAHULUAN....................................................................................... 4
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II DASAR
TEORI......................................................................................... 5
A. Pengertian Pertumbuhan dan
Perkembangan
B. Proses Pertumbuhan dan Perkembangan
C. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
dan Perkembangan
BAB III HASIL
PENELITIAN................................................................................ 9
BAB IV
PEMBAHASAN..................................................................................... 10
BAB V PENUTUP..............................................................................................
11
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................
12
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
1.
Para siswa butuh pengalaman baru dengan langsung
melaksanakan praktikum sehingga tidak hanya belajar teori di kelas saja.
2.
Kurangnya pemahan siswa mengenai proses pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan?
2.
Apa saja faktor yang memperngaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan?
3.
Kapan tumbuhan mulai berkecambah?
4.
Apakah ada bedanya pertumbuhan tanaman yang di tempat
gelap dan di tempat terang?
5.
Mengapa demikian?
C. TUJUAN
1.
Untuk
memperoleh pengalaman melakukan praktikum di luar kelas.
2.
Agar dapat
mengamati secara langsung proses pertumbuhan dan perkembangann tumbuhan.
3.
Agar siswa
lebih paham mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan.
BAB II
DASAR TEORI
A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran atau
volume serta jumlah sel secara irreversible, yaitu tidak dapat kembali ke
bentuk semula. Pertumbuhan bersifat kuantitatif artinya dapat dinyatakan dengan
satuan bilangan. Sedangkan perkembangan merupakan proses pertumbuhan dan diferensiasi
individu sel menjadi jaringan, organ, sistem organ dan individu tanaman.
Perkembangan bersifat kualitatif artinya tidak dapat diukur dan dinyatakan
dengan satuan bilangan.
B. Prose Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Perkecambahan
Berdasarkan letak letak kotiledon pada saat
berkecambah dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu sebagai berikut:
a.
Perkecambahan
Epigeal, merupakan pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan
plumula terdorong ke permukaan tanah.
b.
Perkecambahan
Hipogeal, merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan
plumula keluar memebus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon
tetap berada di dalam tanah.
2. Pertumbuhan
Pertumbuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut;
a. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer merupakan proses aktivitas sel-sel
meristem yang menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Berdasarkan
aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar di belakang
meristem apikal dibedakan menjadi tiga daerah yaitu sebagai berikut:
1)
Daerah
pembelahan sel
2)
Daerah
pemanjangan sel
3)
Daerah
diferensiasi
b. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder merupakan proses bertambahnya
besar pada akar, batang dan daun. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas
kambium yang memberntuk xilem dan floem sekunder pada tumbuhan.
3. Perkembangan
Perkembangan yaitu proses diferensiasi, dari
pertumbuhan untuk menuju ke proses perkembangan diikuti oleh proses
perkembangan diikuti oleh proses diferensiasi untuk menuju proses spesialisasi.
Suatu tumbuhan dikatakan sudah dewasa, apabila alat perkembangannya secara
kawin telah berfungsi, misalnya mampu berbunga.
C. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
dan Perkembangan
1. Faktor Dalam (Internal)
a. Gen
Gen merupakan substansi hereditas dan penentu sifat
individu yang terdapat di dalam kromosom.
b. Hormon Tumbuhan (Fitohormon)
Fitohormon merupakan senyawa organik yang dihasilkan
oleh tumbuhan, yang dalam konsentrasi rendah dapat mengatur proses fisiologis.
Ada beberapa macam fitohormon antara lain sebagai
berikut:
1)
Auksin
Auksin merupakan hormon tumbuhan yang dihasilkan pada
ujung koleopil(titik tumbuh) tumbuhan.Pengaruh auksin pada tumbuhan yaitu:
a) Merangsang
pemanjangan sel batang dan menghambat pemanjangan sel
akar.
b) Menghambat
pertumbuhan tunas lateral.
c) Merangsang
pertumbuhan akar lateral dan akar serabut.
d) Merangsang
kambium,untuk membentuk xilem dan floem.
2)
Giberelin
Giberelin merupakan zat tumbuh yang dihasilkan oleh
jamur gibberella fujikuroi yang hidup
sebagai parasit.Peranannya yaitu:
a) Berperan
dalam pembungaan dan pematangan buah.
b) Menghilangkan
dormansi biji dan memperbesar ukuran buah.
c) Berpengaruh
terhadap terjadinya genetic dwarfism.
d) Berpengaruh
terhadap partenokarpi.
3)
Asam absisat
Yaitu hormon yang menghambat pertumbuhan
tanaman,dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel.
4)
Sitokinin
Sitokinin merupakan zat tumbuh yang bersama-sama
dengan auksin mendorong pembelahan sel.
5)
Asam
Traumalin
Merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel di
bagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan.
6)
Etilen
Merupakan hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah
tua
7)
Kalin
Kalin di bedakan atas rizokalin untuk merangsang pembentukan akar,kaulokalin untuk merangsang pembentukan batang,filokalin untuk merangsang pembentukan daun,antokalin untuk merangsang pembentukan bunga.
2. Faktor Luar (Eksternal)
a. Cayaha
Cahaya khususnya cahaya matahari merupakan sumber
energi yang sangat penting untuk melaksanakan proses fotosintesis. Respon
tumbuhan terhadap lama penyinaran dan intensitas cahaya disebut fotoperiodisme. Periodisme dikendalikan
oleh pigmen yang mengabsorpsi warna disebut fitokrom.
Berdasarkan lama dan intensitas penyinaran, tumbuhan
dikelompokkan menjadi empat sebagai berikut:
1)
Tumbuhan
hari netral, tumbuhan yang perbungaannya tidak dipengaruhi oleh perubahan
panjang,misal mawar,bunga matahari,dan tomat.
2)
Tumbuhan
hari pendek, tumbuhan yang akan bunganyan diakhir musim panas atau musim
dingin,misal,aster,dahlia,dll
3)
Tumbuhan
hari sedang, tumbuhan yang penyinarannya
mendapat cahaya sekitar 12 jam, misal, tebu dan kacang.
4)
Tumbuhan
hari panjang, tumbuhan yang akan bunganya pada musim semi atau pada awal musim
panas, misal, bayam,selada,kentang,dan kol.
b) Air dan Oksigen
1.
Air sangat
mutlak di butuhkan oleh tumbuhan.Tanpa air tumbuhan tidak dapat hidup.
. Beberapa fungsi air
dalam tubuh tumbuhan antara lain sebagai pelarut universal dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan,menentukan proses transportasi unsur hara
yabg ada didalam tanah.
c) Nutrisi(Nutrien)
1.
Nutrisi
diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan.Adapun nutrisi dibagi
menjadi dua yaitu unsur mikro yang meliputi karbon (C),oksigen
(O),fosfor(P),hidrogen(H),kalium(K),nitrogen(N),sulfur(S),besi(Fe),kalsium(Ca),dan
magnesium(Mg),sedangkan unsur mikro adalah
Mangan(Mn),tembaga(Cu),klor(Cl),boron(B),seng(Zn),dan melibdenum(Mo).
d) Suhu
1.Suhu yang terbaik atau ideal yang
diperlukan tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan berlangsung baik
disebut suhu optimum.
e) Kelembapan
1.
Kelembapan
udara mempengaruhi air yang berhubung dengan penyerapan nutrient. Penguapan air
akan meningkat apabila kelembapan rendah,akibatnya tumbuhan dapat menyerap
nutrien.Keadaan ini memacu pertumbuhan tanaman.
BAB III
HASIL PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
1.
Botol Air
atau Aqua Gelas
2.
Biji Seledri
3.
Air
4.
Gabus dan
Terefom
5.
Nutrisi A
dan Nutrisi B
6.
Penggaris
dan benang
B. Langkah Kerja
1.
Siapkan Sterofom
dan Gabus isilah air secukupnya.
2. Letakan biji
selsedri 3-4 buah diatasnya.
3.
Tunggu 1
hari sampai calon akarnya keluar kmudian pindahkan masing-masing gabus ke botol
atau aqua gelas
4.
Kemudian
pisahkan tanaman yang akan diletakan di tempat gelap dan terang.
5.
Amati dan ukur pertumbuhan biji selama dua
minggu
6.
Dari data yang diperoleh, analisis
data tersebut kemudian sajikan dalam bentuk tabel
7.
Buat
kesimpulan dari hasil data tersebut.
Tabel
1.Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman seledri.
A.
Data Hasil Pengamatan
1.
Tabel Pertumbuhan Batang Seleldri dalam Satuan cm
a.
Tempat Gelap
|
Hari Ke-
|
Pertumbuhan Batang Seledri (cm)
|
Rata-rata (cm)
|
|||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
||
|
1
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
|
2
|
0,25
|
0,25
|
0,25
|
0,25
|
0.25
|
|
3
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
|
4
|
2,00
|
2,00
|
2,00
|
1,50
|
1,88
|
|
5
|
3,00
|
3,00
|
2,25
|
2,00
|
2,57
|
|
6
|
5,00
|
5,00
|
5,00
|
3,50
|
4,72
|
|
7
|
9,5
|
9,5
|
9,00
|
7,00
|
8,75
|
b. Tempat
Terang
|
Hari Ke-
|
Pertumbuhan Batang Seledri (cm)
|
Rata-rata
|
|||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
||
|
1
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
|
2
|
0,25
|
0,25
|
-
|
-
|
0,25
|
|
3
|
1,00
|
0,50
|
-
|
-
|
0,75
|
|
4
|
1,25
|
-
|
-
|
-
|
1,25
|
|
5
|
4,00
|
-
|
-
|
-
|
4,00
|
|
6
|
5,00
|
-
|
-
|
-
|
5,00
|
|
7
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
BAB IV
PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian pengaruh
faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji Seledri, dapat
disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan cahaya.
Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu
pula dengan tumbuhan Seledri.
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap
pertumbuhan dan perkecambahan biji Seledri, biji Seledri yang diletakan
ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji Seledri yang terkena
cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya
lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh.
Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap)
pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya
tipis, berwarna pucat, dan batang
melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat
kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat
disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil
percobaan dan penelitian pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kedelai tersebut
dapat disimpulkan bahwa:
1.
Ketiga
tumbuhan tersebut ukurannya dan cepatnya tumbuh berbeda dikarenakan perbedaan
jumlah pupuk kompos pada setiap polybag, jadi nutrisi sangat mempengaruhi
cepatnya pertumbuhan dan perkembangan.
2.
Pada
hari-hari selanjutnya akhirnya ketiga tanaman tersebut layu dan mati
dikarenakan tidak disirami air, jadi air sangat mempengaruhi kelangsungan hidup
tumbuhan.
B. Saran
1.
Lebih baik
jika pengamatan terhadap pertumbuhan tumbuhan dilakukan setiap hari, bukan dua
hari sekali.
2.
Seharusnya
tumbuhan tersebut harus diberi air setiap hari agar tidak layu dan mati
sehingga dapat diketahui tinggi tanaman pada hari ke-14.
Langganan:
Komentar (Atom)